Belum lama ini, ada yang bercerita kepada saya. Bahwa dirinya dijodohkan oleh orang tua. Dari cerita ini, yang bersangkutan pun kemudian bertanya. Apakah mungkin bisa bahagia, bila kita menikah karena dijodohkan.

Sebab jika dilihat dari sudut pandang kaum muda mudi jaman sekarang, tentu saja yang namanya perjodohan itu, seperti sudah bukan masanya lagi. Lebih lazim jika kita mencari pasangan sendiri. Jadi apakah lebih baik, perjodohannya ini kita tolak saja?

Itulah, yang kali ini akan kita bahas.

Sebenarnya, tidak sedikit orang yang menikah karena dijodohkan. Terutama di jaman dulu. Dan hidupnya pun tetap rukun dan harmonis, sampai beranak cucu.

Tapi tentu saja, bukan lantas berarti semua upaya perjodohan akan berakhir serupa. Jika memang Anda merasa, sama sekali tidak ada kecocokan, dengan orang yang dijodohkan dengan Anda ini, maka lebih baik jangan dipaksakan.

Jangan karena merasa tidak enak, jangan karena merasa didesak, lantas Anda asal mau saja. Karena pernikahan tidak hanya dijalani sehari dua hari, tetapi sepanjang sisa umur kita ini. Bila tidak cocok, maka lebih baik jangan.


Baca Juga :


Bagaimana kita bisa tahu, cocok atau tidaknya? Ya memang harus ada masa perkenalan. Tidak bisa sekedar dikenalkan hari ini, lalu menikah seminggu lagi. Paling tidak, berikanlah waktu antara 6 bulan hingga satu tahun, untuk mengenali yang bersangkutan. Itu jika memang Anda ingin memberikan kesempatan.

Di satu sisi, perjodohan memang ada enaknya. Termasuk, Anda tidak perlu bingung soal restu. Sebab restu sudah pasti diberikan, mengingat Anda berdua memang diperkenalkan oleh keluarga.

Tetapi di sisi lain, perjodohan tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya kita dijodohkan dengan seseorang, kitanya mau-mau saja. Tetapi orang yang hendak dijodohkan dengan kita, tidak bersedia.

Beberapa kali hal ini saya jumpai. Ada yang menikah karena dijodohkan, tapi ternyata sang istri sudah pernah punya pacar. Sehingga pernikahan baru berjalan beberapa bulan, minggatlah ia dengan pacarnya tersebut. Suami ditinggalkan tanpa penjelasan.

Kalau bisa, situasi yang semacam ini jangan sampai terjadi. Untuk bisa melangkah ke pelaminan, ya kedua pihak harus sama-sama bersedia. Bukan karena dipaksa.

Pernah ada juga, yang datang kepada saya karena dijodohkan. Dirinya bersedia, karena memang sudah siap berumah tangga. Tetapi calon pasangan yang hendak dijodohkan dengannya, masih ragu-ragu. Kalau situasinya seperti ini, lantas harus bagaimana? Apakah bisa, hatinya kita luluhkan dengan pengasihan?

Boleh Anda menggunakan ilmu pengasihan, untuk membantu meluluhkan hatinya. Tetapi ingat, tidak boleh mendesak, tidak boleh memaksa, dan tidak boleh tergesa-gesa. Anda tetap perlu memberikannya waktu. Sebab itu tadi, pernikahan tidak hanya dijalani untuk sehari dua hari.

Amalan pengasihan yang cocok untuk keperluan ini, adalah Ajian Semar Mesem. Tujuannya untuk membantu menggerakkan hati yang bersangkutan. Agar lebih mudah merasa kasih dan terpikat, secara tulus kepada Anda. Bila perlu, biar nanti dibantu diritualkan dulu, sesuai nama dan foto targetnya, bila ada.

Sebagai pelengkap, akan disertakan pula sebotol minyak khusus yang sudah diritualkan. Oleskanlah ke foto target, sambil baca mantra. Lebih lanjut, boleh Anda konsultasikan dulu dengan menghubungi nomor 085762118383. Perkenalkan diri Anda, dan sampaikan keinginan Anda untuk memikat hati seseorang. Selanjutnya akan kami bantu sebaik mungkin.

Akhir kata, sampai disini saya cukupkan. Kurang lebihnya demikianlah yang dapat saya sampaikan, seputar apakah kita bisa bahagia, bisa menikah karena dijodohkan. Semoga memberikan sedikit pertimbangan untuk Anda.

Menikah Karena Dijodohkan, Mungkinkah Bisa Bahagia?
error: Content is protected !!