Masih melanjutkan bahasan-bahasan kita sebelumnya, kita akan kembali membahas tentang keris semar. Atau yang lebih sering saya sebut jimat keris semar, karena memang berukuran kecil dan disimpan sebagai pegangan layaknya jimat.

Jika di artikel sebelumnya sudah saya sampaikan tentang apa saja manfaat dari jimat keris semar, maka yang akan kita bahas kali ini, adalah seputar pantangan dan resikonya.

Apakah memiliki keris semar itu ada pantangannya? Atau ada resikonya barangkali? Jika Anda memiliki jimat keris semar dari saya, maka jawabannya sudah jelas. Tidak ada. Sarana dari saya tidak ada pantangannya. Tidak ada resiko apapun. Karena memang aliran saya aliran putih, yang lelakunya lebih mengarah pada doa dan tradisi.

Mau dibawa kemanapun silakan, mau disimpan dimanapun asal bersih dan layak, juga silakan. Dibawa ke tempat kerja, ke pemakaman, kemanapun tidak masalah.

Tetapi bagaimana jika Anda kebetulan memiliki keris semar, sudah punya kerisnya, tetapi tidak tahu apakah ada pantangannya atau tidak? Nah, itulah yang akan kita bahas.

Ada beberapa alasan mengapa ada orang yang punya keris semar, tetapi tidak tahu cara pakainya. Tidak tahu apakah ada pantangannya, atau bahkan tidak tahu manfaatnya apa.

Alasan pertama, biasanya adalah karena keris semar ini ia terima sebagai pemberian. Turun temurun dalam keluarga, biasanya. Entah itu ayah, eyang, atau paman. Yang kebetulan ayah, eyang atau pamannya tersebut saat ini sudah meninggal dunia. Jadi selama ini kerisnya disimpan saja sebagai sebuah pemberian.

Alasan kedua, adalah karena keris semar ini merupakan barang temuan. Tidak sengaja menjadi miliknya. Entah ketemu di jalan, di bawah pohon besar, di dekat rimbunan bambu, bahkan beberapa mengaku pada saya, bahwa keris miliknya ini ia temukan di tempat angker di daerah dia.

Kemudian alasan ketiga, adalah karena keris semar ini, ia maharkan dari satu pihak, yang tidak menjelaskan secara pasti tentang sarana yang dimaharkan tersebut.

Secara umum, bila Anda menerima suatu keris sebagai pemberian, dan ketika diberikan Anda diwanti-wanti seputar pantangannya, maka patuhilah pantangan itu. Misalnya, Anda mewarisi keris semar dari simbah Anda. Simbah Anda ini, mewanti agar jangan sampai dibawa ke kamar mandi, jangan sampai dibawa melayat orang meninggal dunia, ya hindarilah apa yang sudah diwantikan tersebut.

Karena khawatirnya, kalau pantangan dilanggar, maka keris semar yang harusnya berkhasiat, malah menjadikan kesialan, yang mana kesialan ini biasanya muncul sebagai pengingat saja. Bahwa kita belum benar memperlakukan pegangan kita.

Nah, kalau sudah terlanjur, bagaimana? Misalnya Anda punya keris semar, pantangannya adalah tidak boleh dibawa melayat, tapi tidak sengaja ternyata keris semar ini ada di tas atau kantong Anda, sewaktu Anda berkabung ke rumah duka.

Kemudian sejak saat itu Anda menyadari, bahwa sedikit-sedikit kok Anda sial terus. Ada saja kesulitan. Ada saja ganjalan. Termasuk ganjalan-ganjalan kecil seperti ditolak bekerja, atau jatuh dari sepeda.

Untuk situasi-situasi semacam ini, maka lebih baik kerisnya dibersihkan kembali. Disucikan kembali, diselaraskan dengan nama dan tanggal lahir Anda. Caranya? Bisa Anda hubungi nomor yang tertera di layar, agar dibantu untuk proses selanjutnya. Karena jika Anda tidak berpengalaman untuk hal-hal semacam ini, memang lebih baik dilakukan lewat bantuan professional saja.

Itu tadi, jika Anda menerima keris semar sebagai pemberian, dan ketika diberikan, Anda diberitahu pantangannya sekalian. Nah, kalau tidak tahu sama sekali, bagaimana?

Hampir sama sebenarnya. Jika Anda pegang sebuah sarana, punya sebuah sarana, yang cara merawatnya saja Anda belum tahu, pantangannya apa tidak tahu, resikonya apa tidak tahu, maka besar kemungkinan keris ini belum selaras dengan diri Anda. Belum mengakui Anda sebagai pemiliknya.


Baca Juga :


Maka memang lebih baik diselaraskan lebih dulu. Agar keris semar ini untuk selanjutnya bisa Anda pakai tanpa pantangan apapun.

Soal pantangan, kurang lebihnya seperti itu. Kalau soal resiko, bagaimana? Cukup sering saya katakan, bahwa kaitannya dengan ajian atau barang pengasihan, maka yang lebih banyak menjadikan resiko adalah penyalahgunaan dari pihak kita, bukan bawaan dari barangnya.

Bukan kerisnya yang bersalah. Bukan ajiannya yang bersalah. Karena ajian ini adalah ilmu, dan ilmu itu berasal dari Tuhan. Kita memohon pun, kepada Tuhan.

Tetapi ketika ilmu atau benda ini disalahgunakan, maka sebagai manusia kita akan mendapatkan teguran. Dan teguran inilah, yang kemudian dianggap sebagai resiko. Padahal kalau Anda manfaatkan dengan baik dan benar, maka resiko ini tidak ada.

Beberapa dari Anda mungkin masih ingat, istilah ‘ora duwe awu setakir’, yang pernah saya sampaikan sewaktu membahas seputar resiko menggunakan ilmu pelet. Ora duwe awu setakir, secara bahasa, artinya adalah tidak punya abu setakir. Abu setakir pun tidak punya. Maknanya, harta benda sedikitpun tidak ada.

Orang tua jaman dulu akan bilang, bahwa jika menggunakan aji-aji, akan miskin hidupnya. Padahal yang dimaksudkan adalah, jika menyalahgunakan aji-aji, akan sulit hidupnya. Jadi yang menyebabkan kesusahan ini adalah tindakan kita menyalahgunakan, bukan barangnya dan bukan juga ajiannya.

Jika setelah memiliki dan menggunakan keris semar, lantas Anda berbuat tidak bijak, ya sudah pasti Anda akan menerima ganjaran yang setimpal. Anda menjahati anak orang, merusak anak orang, menelantarkan perempuan yang tadinya Anda pikat sedemikian rupa. Meninggalkan anak istri untuk mengejar perempuan lain.

Hal-hal seperti inilah yang menjadikan si pemilik keris jadi tidak punya apa-apa, dimasa tuanya nanti. Bukan karena dia punya keris, tapi karena dia menggunakan apa yang dia punya, untuk sesuatu yang tidak semestinya.

Sampai disini, kurang lebihnya saya harapkan cukup jelas. Jika Anda masih ada pertanyaan, boleh ditanyakan ke nomor yang tertera. Jika ingin mendapatkan keris semar yang diselaraskan sesuai nama dan tanggal lahir Anda, dan pemakaiannya tanpa pantangan maupun resiko, juga silakan hubungi nomor yang tertera.

Harapan saya semoga bermanfaat, atau paling tidak menjadikan kita pribadi yang lebih bijak dan waspada. Dari saya, bahasan seputar pantangan dan resiko menggunakan keris semar ini saya cukupkan.

Apakah Menggunakan Keris Semar Ada Pantangannya?
error: Content is protected !!